Inspirasi Modifikasi All New Yaris M/T 2015, Riset Dulu Setelah 8 Tahun Vakum

Rasa puas memang sulit dicapai bagi kebanyakan pecinta otomotif dan modifikasi, selalu ada saja ide yang ingin dituangkan pada kendaraan mereka. Salah satunya adalah mobil milik Haridarma Manopo, All New Toyota Yaris miliknya dirasa masih kurang sempurna.

Meski demikian, pembalap Toyota Team Indonesia (TTI) itu dari kualifikasi sampai balapan mampu menunjukan performa terbaik. “Saat kualifikasi bisa ada di urutan ke-3,” kata pembalap yang pada race day bisa jadi runner up di bawah Alvin Bahar.

Sedangkan catatan waktu yang sempat ia torehkan pada race day di kelas Indonesian Touring Car Championship (ITCC) 1.600 Max antara ke-2 pembalap itu hanya beda 1,6 detik. Hal tersebut bisa dibilang cukup baik, mengingat ini kali pertama TTI dengan All New Yaris turun di balap turing. Sejarahnya, team yang dimotori oleh Memet Djumhana itu terakhir menyentuh aspal Sirkuit Sentul di balap turing pada 8 tahun silam. Selama itu pula, kiprah TTI adanya di balap slalom.

“Tahun pertama terjun lagi di balap turing, enggak ada target. TTI hanya melakukan development, untuk persiapan balapan di tahun-tahun berikutnya,” ucap Memet. Lebih lanjut pria ramah ini bilang, semuanya butuh proses dan dari yang sekarang baru 60% pda seri 4 Indonesian Sentul Series of Motorsport, diharapkan pada seri ke-6 sudah mendekati 100%.

All New Toyota Yaris yang ia pakai pun menggunakan mesin asli bawaan kendaraan yang dipasarkan di Tanah Air. Akan tetapi karena hanya memiliki kapasitas 1.500 cc, All New Yaris diperbolehkan upgrade, asal tidak melebihi 1.600 cc. Juga dijelaskan bahwa komponen di dalam kepala silinder boleh diganti. Tapi tidak boleh menggunakan spare part berbahan titanium.

Berdasarkan aturan yang diterapkan itulah, akhirnya Anton Hudijana kemudian memasukkan racing di bagian kepala silinder. “Noken as pakai spesifikasi street racing dengan profil tinggi, piston kompresi tinggi, final gear dan LS. Saat latihan, mesin malah ada masalah,” ucap tuner dari Asco Motorsport di Jl. Pegangsaan Dua, Jakut.

Dari rencana awal, ada beberapa perubahan yang dirasa diperlukan. Karena waktu yang terlalu mepet, akhirnya diputustkan untuk memasukkan mesin standar Yaris, menggantikan yang terkendala bagian metal setelah penggunaan part racing. “Mesin standar tersebut akhirnya hanya dipasang noken as street racing yang profilnya enggak terlalu tinggi, final gear dan LS saja,” aku Anton.

Meski begitu, penggantian mesin yang cukup mendadak ini sama sekali tidak membuat Haridarma ciut nyali. Dengan gaya bercandanya, bapak satu anak itu merasa beruntung besutannya bisa menyelesaikan babak kualifikasi.



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.